Prestasi Mahasiswa Dalam Bela Negara, Kuliah Umum Dandim 0832 Di UIN Sunan Ampel Surabaya
Di Aula Dakwah Fak. Dakwah UIN Sunan Ampel Jl. A. Yani Surabaya dilaksanakan Kuliah Umum oleh Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Bangkit Rahmad Tri Widodo, M.Si.( Han ).MA, didampingi Staf Kodim, Danramil 0832/07 Wonocolo Mayor Arh Suwanto beserta Babinsa. Kuliah Umum tersebut diikuti 216 orang Mahasiswa Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel, Rabu 02 Maret 2016 09.15 WIB.
Pada Kuliah Umum tersebut, Dandim 0832 sebagai Narasumber dan pemberi Materi tentang "Prestasi Mahasiswa Dalam Bela Negara", sekaligus sebagai wujud Eksistensi Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodim 0832/Surabaya Selatan dalam pelaksanaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang).
Kuliah umum diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan oleh Rektor UIN Sunan Ampel Prof. Dr. Ali Noerdin dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dandim 0832 sebagai Narasumber. Diharapkan kepada mahasiswa UIN Sunan Ampel Fak. Dakwah dan Komunikasi, agar menggali pengetahuan Wawasan Kebangsaan sebanyak-banyaknya dari Narasumber. Agar para Mahasiswa menjadi manusia yang intelek/berpengetahuan, beragama dan cinta tanah air.
Di awal Kuliah Umum Dandim 0832 memperkenalkan diri dan sekilas tentang pengalaman pribadi dan tugas dari Narasumber. Sumber konflik/perang adalah sumber energi (perebutan energi), yaitu telah terjadi dominasi atas energi dikarenakan sumber-sumber tersebut semakin menipis. Sehingga muncul konflik antar kelompok, sampai meluas menjadi konflik antar negara untuk tujuan menguasai dan mengontrol energi tersebut," jelas Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Bangkit Rahmad Tri Widodo, M.Si.( Han ).MA.
Dandim 0832 menambahkan, bahwa sumber energi utama yang menjadi titik kritis/potensi kerawanan utama sebagai sumber konflik adalah pertanian/agraris, kelangkaan air dan sumber daya alam lainnya yang termasuk kebutuhan pokok manusia.
Posisi Geografis Indonesia adalah strategis, karena terletak di antara 2 (dua) Benua. Sehingga memiliki potensi-potensi alam yang sangat strategis, yang meliputi kekayaan alam hayati (penghasil minyak) sebagai bahan dasar bahan bakar. Kekayaan alam Non hayati (sumber Mineral) yang berkaitan dengan produksi, dalam kenyataannya banyak kekayaan mineral kita diproduksi oleh Asing dengan jalur kontrak. Untuk menasionalisasi semua itu dibutuhkan SDM yang memadai, guna pengelolaan kekayaan alam tersebut.
Trend perang saat ini, intinya dalam menguasai suatu wilayah harus dapat kuasai manusianya (cuci otak) yang disebut juga sebagai "Perang Modern". Tahapan Perang Modern, meliputi Eksploitasi Figur, Adu Domba, Cuci Otak (Doktrin Kasih Sayang dan Rasa Takut), Invasi Milter sebagai legitimasi penguasaan terhadap musuh.
Proxy War yaitu perang dengan menggunakan pihak ketiga dengan pemberian tekanan dan arahan sosial budaya. Dilanjutkan sesi tanya jawab secara langsung dengan waktu dan jumlah penanya dibatasi untuk menyingkat waktu, dan Kuliah Umum berakhir pukul 12.00 WIB. selanjutnya sesuai rencana, Dandim akan memberikan materi Kuliah Umum/Wasbang di UIN Sunan Ampel selama 1 Minggu ke depan.
( MCDim0832_Srt Ags )


Post a Comment