Harapkan Panen Maksimal, PPL dan Babinsa Tanam Padi Jajar Legowo

SURABAYA ,- Guna meningkatkan hasil panen padi di lahan pertanian yang masih tersisa di Kota Surabaya, maka Dinas Pertanian Kota Surabaya bekerja sama dengan TNI AD. Melalui peran serta Satuan Komando Wilayah (Satkowil) Teritorial Koramil 0832/06 Karangpilang Kodim 0832/Surabaya Selatan, untuk memperkenalkan sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo) pada Masa Tanam (MT) III di lahan sawah wilayah Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung, Senin 10/10/2016.

PPL Kecamatan Wiyung Ir. Indahati mengatakan, Program Jajar Legowo (Jarwo) atau budi daya Jajar Legowo kita di Kecamatan Wiyung khususnya di Kelompok Tani Sri Lestari ini memilih dengan pola 6 : 1 dalam barisannya dengan ukuran 50 cm, 25 cm, dan 15 cm. Disini  baru pertama kali menerapkan jajar legowo, dan di sini pula kita nanti panennya akan diubin. Selanjutnya akan dibandingkan antara yang memakai Jajar Legowo dengan yang biasa/tekel, diharapkan petani akan mengetahuinya. Karena selama ini untuk Kecamatan Wiyung sangat sulit untuk menerapkan Jajar Legowo. Karena ongkos biaya tanam lebih mahal, yang biasanya 500 ribu menjadi 1 juta. Kelemahannya yaitu yang menanam jarang, karena jajar legowo ini khusus dan Ibu-Ibu biasanya memakai yang tidak beraturan atau paling tidak dengan tekel 20 x 20 cm atau 22 x 22 cm.

Hari ini kita mulai, maka bisa dibandingkan. Adapun keuntungan dari Jajar Legowo ini biasanya produksi lebih tinggi, cara perawatannya lebih mudah mulai dari pemupukan, terus penyiangan, pengendalian hama, ini sangat mudah. Karena kalau pemupukan, Bapak-Bapak dengan cara ditaburkan, kalau dengan Jajar Legowo ini di dalam barisan. Itupun keuntungannya tidak memerlukan pupuk banyak, kelebihannya pengendalian hama penyakit ini gampang  karena dengan adanya jarak. Kalau dulu menanamnya sembarangan dan di tengah-tengah kelembabannya tinggi, sehingga disitu banyak hama penyakit," jelas Ir. Indahati.

Ketua Kelompok Tani Sri Lestari Wiyung Bapak Kamsur menambahkan, dengan tanam Jajar Legowo untuk perabukan bisa dibuat jalan, sehingga udaranya bisa masuk dan tanamannya bisa sehat terus. Pemupukan dan penyiangan menjadi enak, kelihatannya rapi. Lahan ini seluas 2 Hektar, yang 2 Hektar lagi ada di lain tempat sebelah jalan. Jadi sekitar 5 Hektar yang akan kita coba untuk tanam Jajar Legowo.

Bapak H. Mulyono Petani penggarap lahan menyampaikan terima kasih atas bimbingan Bapak-Bapak. Karena dulu nandurnya (tanamnya) itu lokal, sekarang jadi tanam Jajar Legowo.  Ya mungkin uji coba, saya banyak mengucapkan terima kasih.

Saya selaku Babinsa Kelurahan Wiyung dalam rangka kegiatan Swasembada Pangan ini adalah fungsinya pendampingan petani, mulai dari PPL dan Kelompok Tani, mulai dari penyiapan lahan sampai kita panen, sampai kita pengalokasian untuk dijual ke Bulog. Jadi saat ini kita melaksanakan tanam Jajar Legowo, sesuai dengan arahan dari Dinas Pertanian Pemerintah Kota Surabaya. Alhamdulillah, Petani di sini, Kami dan PPL sangat sangat bersinergi dan bekerja sama untuk membantu Program Pemerintah dalam rangka kegiatan Swasembada Pangan, Ketahanan Pangan dan Merdeka Pangan secara nasional", pungkas Serma Sugeng Hariyono.

Turut serta dalam kegiatan pendampingan petani di lahan sawah dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo, yaitu Babinsa Kelurahan Wiyung Serma Sugeng Hariyono, Bhabinkamtibmas Aiptu Choirul Hadi, PPL Kecamatan Wiyung Ir. Indahati, Arum Sri Utami dan Mimin Ika Rahmawati, serta Ketua Kelompok Tani Kelurahan Wiyung Kamsur beserta Wakil Ketua Suparno, dan Penggarap Sawah H. Mulyono.

(MCDim0832_Srt Ags)

No comments